BAB 4 TEKS PUISI


1. Puisi yaitu teks atau karangan yang megungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata.

2.

3. Unsur-unsur lahir puisi
A. Majas dan Irama
B. Kata Konotasi
C. Kata Berlambang
D. Pengimajinasian

4. Jenis-jenis puisi ada 3 ,yaitu :
A. Puisi Naratif
B. Puisi Lirik
C. Puisi Deskriptif

Lihat buku paket hal 105.

a. Puisi Naratif
 Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi 
ke dalam beberapa macam, yaitu balada dan romansa. 
Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun 
tokoh pujaan. Contohnya Balada Orang-orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie 
karya WS Rendra.

Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik yang 
berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan. Rendra 
juga banyak menulis romansa. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah 
petualangan dengan judul ”Romance Perjalanan”. Kisah cinta ini dapat juga 
berarti cinta tanah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K.H.

b. Puisi Lirik.
 Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, dan 
serenada.
Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya "Elegi 
Jakarta" karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota 
Jakarta.
 Serenada ialah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata "serenada" 
berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Rendra banyak 
menciptakan serenada dalam Empat Kumpulan Sajak. Misalnya "Serenada 
Hitam", "Serenada Biru", "Serenada Merah Jambu", "Serenada Ungu", "Serenada 
Kelabu", dan sebagainya. Warna-warna di belakang serenade itu melambangkan 
sifat nyanyian cinta itu, ada yang bahagia, sedih, dan kecewa.
Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau 
sesuatu keadaan. Yang banyak ditulis ialah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang 
dikagumi. "Teratai" (karya Sanusi Pane), "Diponegoro" (karya Chairil Anwar), 
dan "Ode buat Proklamator" (karya Leon Agusta) merupakan contoh ode yang 
bagus.

c. Puisi Deskriptif
 Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap 
keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. 
Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misaInya satire dan puisi 
yang bersifat kritik sosial.
1) Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair 
terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan 
keadaan sebaliknya.
2) Puisi kritik sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidaksenangan 
penyair terhadap keadaan atau terhadap diri seseorang, namun dengan cara 
membeberkan kepincangan atau ketidakberesan keadaan/ orang tersebut. 
Kesan penyair juga dapat kita hayati dalam puisi-puisi impresionistik yang 
mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

5. Unsur batin puisi :
A. Tema 
B. Amanat
C. Perasaan Penyair
D. Nada/Sikap

6. 

7.


8. A. Menulis Puisi
 Kami telah mendengarkan dan membaca banyak puisi. Tentu kamu juga 
tertarik untuk belajar menulis puisi, bukan? Menulis puisi haruslah berawal dari 
sebuah gagasan atau perasaan. Untuk memunculkan gagasan itu, kamu dapat 
mencari-carinya dari perjalanan hidupmu ataupun sesuatu yang tengah terasa 
atau terpikirkan. Gagasan tersebut dapat kamu ekspresikan dengan kata-kata 
terpilih: yang indah dan penuh makna.
 Tentukanlah gagasan paling menarik yang bisa ditulis jadi puisi. Galilah 
gagasan-gagasan itu. Tuliskan gagasan-gagasan tersebut ke dalam larik-larik 
dengan menggunakan kata-kata yang tepat dan padat. Perluas pembendaharaan 
kosakatamu sehingga bisa menciptakan puisi dengan bahasa indah, jelas, dan 
padat makna. Bacalah buku, e-book, internet, atau sumber-sumber lainnya. Buku-
buku tersebut bisa menjadi inspirasimu.
 Kosakata tersebut tentu mengandung mengandung makna yang tidak 
sebenarnya (makna konotasi). Kosakata dalam puisi berbeda dengan kata-kata 
yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kata-kata dalam puisi 
singkat, tetapi kaya makna. Struktur katanya pun sering kali mengabaikan kaidah-
kaidah kebahasaan seperti yang berlaku pada jenis teks lainnya.
Puisi itu berisi luapan resah yang tak berarah. Ungkapan perasaan yang 
sering dialami para remaja. Ungkapan bahasa romantis dan berlebih-lebihan. 
Kata-katanya menggambarkan suasana hati dan keadaan jiwa yang penuh gairah 
dan semangat yang membumbung. Namun, kadang perasaan dipenuhi pula oleh 
isak tangis dan rintihan yang bersifat sentimental. Puisi itu mengungkapkan 
nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan keindahan dunia yang penuh pesona.
 Ada pula kepolosan dan kesederhanaan di dalamnya. Di dalamnya bercerita 
tentang harapan-harapan besar. Segalanya serbaindah. Namun, apabila tidak 
menjadi kenyataan, harapan-harapan itu berubah menjadi keputusasaan dan 
ratapan.
Pilihlah kata-kata yang memiliki makna kias atau konotatif yang bisa menjadi 
simbol atau lambang dari hal-hal yang diceritakan dalam puisi tersebut. Tak 
masalah apabila sering mengganti kata-kata dalam puisimu. Hal itu biasa dalam 
menulis puisi. Hal tersebut merupakan tahap yang harus dilalui dan kamu tidak 
boleh menyerah apalagi putus asa.
 Berlatihlah terus-menerus untuk menulis puisi yang baik. Perbanyak 
membaca puisi di majalah, koran, atau buku puisi dengan maksud menambah 
wawasanmu dalam berpuisi.
Beranikan mempublikasikan puisi dalam majalah dinding, blog pribadi, atau 
dengan mengirimkannya ke media massa, baik itu ke radio, surat kabar, maupun 
majalah yang ada di daerahmu.

B. Pembacaan puisi yang baik
Pilihlah kata-kata yang memiliki makna kias atau konotatif yang bisa menjadi 
simbol atau lambang dari hal-hal yang diceritakan dalam puisi tersebut. Tak 
masalah apabila sering mengganti kata-kata dalam puisimu. Hal itu biasa dalam 
menulis puisi. Hal tersebut merupakan tahap yang harus dilalui dan kamu tidak 
boleh menyerah apalagi putus asa.
 Berlatihlah terus-menerus untuk menulis puisi yang baik. Perbanyak 
membaca puisi di majalah, koran, atau buku puisi dengan maksud menambah 
wawasanmu dalam berpuisi.
Beranikan mempublikasikan puisi dalam majalah dinding, blog pribadi, atau 
dengan mengirimkannya ke media massa, baik itu ke radio, surat kabar, maupun 
majalah yang ada di daerahmu.
a. Perhatikanlah judul puisi.
b. Lihatlah kata-kata yang dominan.
 c. Pahami makna-makna konotatif yang ada dalam puisi itu.
 d. Tangkaplah ide pokok penyair yang ada dalam puisi dengan 
memparafrasakannya.
e. Temukanlah pertalian makna tiap unit puisi (kata demi kata, frasa demi 
frasa, larik demi larik, dan bait demi bait).

9. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membaca puisi adalah :


10. 

11. Supaya lebih jelas, silahkan amati video pembelajaran ini




Komentar